Kepribadianmu Bukan Alasan Untuk Berperilaku Tidak Baik

Salah satu hal yang paling menyebalkan ketika berteman adalah orang-orang yang memakai kepribadian mereka sebagai alasan untuk perilaku mereka. “Mau bagaimana lagi, beginilah diriku,” pasti sering kita dengar diutarakan oleh orang-orang untuk membenarkan perbuatan, posisi, atau sikap mereka.

Beberapa orang bahkan menggunakan hal ini sebagai pertahanan sempurna untuk argumen apapun. “Jadi maksudnya kamu ingin aku berubah?” Bagaimana mungkin kita bisa mengubah jati diri seseorang yang membuat diri mereka sampai saat ini.

Kita memang tidak mungkin mengubah sifat alami kita memiliki cara pandang tersendiri terhadap dunia dan kehidupan kita, tapi kita memiliki kontrol bagaimana kita menanggapi suatu situasi.

Agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, kita harus belajar bagaimana mengontrol pikiran, perasaan, dan perilaku kita yang sesuai dengan situasi saat itu. Menggunakan kepribadian kita sebagai senjata untuk tetap di zona nyaman perasaan kita hanya akan membatasi perkembangan diri kita dan menjauhkan orang lain dari diri kita.

Berikut adalah beberapa contoh kepribadian yang tidak boleh menjadi pembenaran:

1. Kurang ajar terhadap orang lain

Banyak orang yang menggunakan kepribadian mereka agar bisa bersikap kurang ajar terhadap orang lain. Mengatakan sejujurnya mungkin adalah sikap yang bagus, tapi bukan alasan untuk kita berkata kasar atau tidak memikirkan perasaan orang lain.

2. Kabur dari tanggung jawab

Perilaku kabur dari tanggung jawab saat ini sangat mudah terlihat. Kalau mereka lebih banyak membuka media sosial, menonton YouTube, atau melakukan hal lain yang tidak ada hubungannya dengan tanggung jawab mereka, itu artinya mereka sedang kabur.

Aku hanya sedang mencari data.” atau “Sebentar saja kok,” adalah alasan yang sering digunakan. Kita harus ingat kalau di era internet saat ini banyak sekali gangguan yang membuat kita mudah lupa akan tanggung jawab kita. Kepribadian kita yang memang lebih suka bersenang-senang tanpa memikirkan tanggung jawab kita janganlah kita bawa di kehidupan sehari-hari kita.

3. Menyalahkan orang lain

Perilaku ini juga sering kita temukan di mana-mana. Orang cenderung lebih suka menyalahkan orang lain untuk segala kesusahan yang dialami di hidup atau karirnya; sangat susah untuk seseorang melihat diri sendiri dan bertanggung jawab atas pilihan-pilihan yang telah diambilnya yang membawa dia ke kondisi saat ini.

Sebagai contoh, kalau kamu merasa harus selalu benar dan selalu berdebat dengan teman-teman di kelompokmu, jangan salahkan mereka kalau mereka tidak ingin mengajakmu diskusi lagi. “Mereka bodoh, tidak mau mendengar yang benar.” Bukan, mereka tidak mau mendengar opinimu karena kamu merasa harus selalu benar dan itu sangat menyebalkan.

Kepribadian kita adalah yang membuat kita seseorang yang unik, dan hal inilah yang membuat dunia yang memiliki banyak keanekaragaman. Belajarlah untuk mengenali kepribadian kita yang sebenarnya, keluar dari zona nyaman, dan jangan selalu berharap dengan kepribadian bawaan kita agar hidup kita bisa lebih produktif dan memuaskan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: